Jasa Konsultan Skripsi, Tesis, Disertasi Profesional Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Medan, Palembang
KONSULTAN SKRIPSI
image

JASA KONSULTAN SKRIPSI

085713418418 ; 087832163645


Percayakan Pada Kami Bila Skripsi, Tesis dan Disertasi Anda Sudah Mulai Membandel
Kategori
CUSTOMER CARE
image

OPERATIONAL OFFICE :

Jl. Hayam Wuruk Timur IV, C-24, Semarang

(Lokasi berada di daerah Peterongan, Semarang)

ALDO : 0857 1341 8418 (Bisa SMS/WA Call 24 Jam, IM3)

SHANDY : 0878 3216 3645 (Bisa SMS/Call 24 Jam, XL)

ANGGA : 0812 2603 5018 (Bisa SMS / Call 24 Jam, Simpati)

 
SLINK

.

image

BIMBINGAN DISERTASI

DOKTER SPESIALIS KONSULTAN

Kabar gembira bagi para dokter spesialis yang sedang mengikuti PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KONSULTAN.

Kini Anda bisa menyelesaikan Disertasi Anda dengan lebih cepat, lebih nyaman dan masih tetap dapat menjalankan praktek spesialis Anda sehingga tidak akan kehilangan banyak rupiah dari pasien-pasien yang datang ke tempat praktek Anda. Langkah ini kami sebut dengan langkah yang paling cerdas.

"Ketika Anda berada di dalam ruang operasi, tentunya segala peralatan tidak Anda sendiri yang menyiapkan. Ketika Anda membutuhkan Tissue Foceps, Anatomy pincet, Operating scissors, Bandage scissors, Needle holder, Disposable tuberculin syringe, Disposable syringe and injection needle, Catgut, Winged needle, Suture needle, tongue depressor
scalpel, nelaton catheter, rectal clinical thermometer, oral clinical thermometer, paratus case/etui. Anda tinggal sebutkan saja sambil menengadahkan telapak tangan Anda maka dalam sekejap tangan asisten Anda akan meletakkan peralatan yang Anda minta di telapak tangan Anda. Lalu Anda akan melanjutkan operasi tersebut."

BAGI ANDA PARA DOKTER SPESIALIS YANG MASIH TAKUT INCOMENYA BERKURANG PADA SAAT MENGIKUTI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KONSULTAN

Kehadiran kami, bagaikan asisten Anda di dalam kamar operasi. Tugas Anda hanya memikirkan bagaimana konsep jalannya penelitian yang ingin Anda jadikan judul di disertasi Anda. Tentukan batasan-batasan dalam penelitian Anda. Sisanya kami yang akan mempersiapkan, termasuk dukungan pustaka dan jurnal, bahkan kami siapkan tukang ketik yang nantinya akan mengetikkan hasil pemikiran Anda.

Dengan begitu maka Anda tidak perlu takut lagi akan kehilangan penghasilan dari hasil praktek selama Anda mengikuti Pendidikan Sub Spesialis tersebut.


PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KONSULTAN YANG BISA KAMI BANTU :

Dalam ilmu penyakit dalam, terdapat 12 sub-spesialis, diantaranya:

o Alergi-Immunologi Klinik (Sp.PD-KAI)

o Gastroenterologi-Hepatologi (Sp.PD-KGEH)

o Geriatri (Sp.PD-KGer)

o Ginjal-Hipertensi (Sp.PD-KGH)

o Hematologi - Onkologi Medik (Sp.PD-KHOM)

o Hepatologi (Sp.PD-KH)o Kardiovaskular (Sp.PD-KKV)

o Endokrin-Metabolik-Diabetes(Sp.PD-KEMD)

o Psikosomatik (Sp.PD-KPsi)

o Pulmonologi (Sp.PD-KP)o Reumatologi (Sp.PD-KR)

o Penyakit Tropik-Infeksi (Sp.PD-KPTI)

Dalam Ilmu Kesehatan Anak, Terdapat 15 sub-spesialis  antara lain:

o Alergi Imunologio Endokrinologi

o Gastro-Hepatologio Hematologi Onkologio Infeksi & Pediatri Tropiso Kardiologio Nefrologio Neurologi

o Nutrisi & Penyakit Metabolik

o Pediatri Gawat Darurato Pencitraano Perinatologio Respirologi

o Tumbuh Kembang Ped. Sosialo Kesehatan Remaja


Dalam Ilmu THT - KL, terdapat 9 sub-spesialis, antara lain:

o Otologio Neurotologio Rinologio Laringo-Faringologi

o Onkologi Kepala Leher

o Plastik Rekonstruksio Bronkoesofagologi

o Alergi Imunologio THT Komunitas

Sub-spesialis dalam Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif, diantaranya:

o Konsultan intensive care/ICU (Sp.An-KIC)

o Konsultan anestesi kardiovaskuler (Bedah jantung, thorax) (Sp.An-KAKV)

o Konsultan Manajemen nyeri (Sp.An-KMN)

o Konsultan anestesi regional dan intervensi (Sp.An-KAR)

o Konsultan neuroanestesi (bedah saraf) (Sp.An-KNA)

o Konsultan anestesi pediatri (bedah anak) (Sp.An-KAP)

o Konsultan anestesi obstetri (kebidanan, menangani nyeri persalinan) (Sp.An KAO)


Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, mempunyai Sub Spesialis antara lain:

o Infeksi Menular Seksual, Herpes, Dermatosis, Bedah Kulit.


Sub-spesialis dalam ilmu bedah, antara lain:

o Bedah Onkologi (Sp.B(K)onko Bedah Toraks Kardiovaskular (Sp.BTKV)

o Bedah Digestif (Sp.B KBD)o Bedah Anak (Sp.BA)

o Bedah Kepala Leher (Sp.B KL) center di FK UNAIR

o Bedah Vaskuler dan Endovaskuler (Sp.B(K)V) center di FK UI

o Bedah Saraf (Sp.BS)

o Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (Sp.BP-RE)

o Urologi (Sp.U)o Orthopaedi dan Traumatologi (Sp.OT)


Sub-spesialis dalam Bedah Plastik Rekonstrusi dan Estetik

o Konsultan Burn (Luka Bakar)

o Konsultan Micro Surgery

o Konsultan Kraniofasial (KKF)

o Konsultan Hand (bedah tangan)

o Konsultan Genitalia Eksternao Konsultan Estetik


Sub-spesialis dalam ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) , antara lain:

o Infeksio Onkologi Torakso Asma dan PPOK

o Pulmonologi Intervensi dan Gawat Darurat Napas

o Faal Paru Kliniko Paru Kerja dan Lingkungano Imunologik klinik

KENAPA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KONSULTAN / SUB SPESIALIS ITU SANGAT PENTING ?

Beberapa pasien calon transplantasi ginjal atau liver sangat membutuhkan adanya dokter konsultan atau dokter sub spesialis. Dari perkembangannya, ketersediaan dokter konsultan ini kelihatannya tahun demi tahun mengalami penurunan jumlah yang signifikan. Salah satu penyebabnya adalah kelompok dokter ini belum dimasukkan dalam RUU Pendidikan Kedokteran (Dikdok)

Menurut pasal 26 RUU Dikdok , pendidikan kedokteran hanya ada 2, yaitu program pendidikan akademik dan program pendidikan profesi.  Program pendidikan profesi, terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.

"Jadi dalam undang-undang ini tidak dicantumkan dokter sub spesialis atau dokter konsultan," kata Ketua Bidang Advokasi Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD K-GEH FINASIM MMB FACP. Dokter konsultan atau sub spesialis adalah dokter yang tingkat spesifikasi keilmuannya lebih dalam ketimbang dokter spesialis. Ari mencontohkan, dirinya adalah konsultan Gastroenterologi-Hepatologi (K-GEH) yang masuk rumpun spesialis penyakit dalam.

Khusus di penyakit dalam, Ari mencatat saat ini ada 2.420 dokter spesialis penyakit dalam. Dari jumlah tersebut, ada 588 bergelar dokter konsultan penyakit dalam. Selain itu juga ada 248 dokter spesialis penyakit dalam yang sedang menyelesaikan studinya untuk mengambil gelar konsultan atau sub spesialis.

Ari menjelaskan, RUU Dikdok ini sangat berkepentingan terhadap kelanjutan pendidikan dokter di tanah air. Dia mengaku khawatir dengan tidak dicantumkannya pendidikan dokter konsultan atau sub spesialis dalam RUU Dikdok membuat regenerasi dokter konsultan terputus. Akibatnya stok dokter spesialis di Indonesia bisa menyusut.

Ancaman menyusutnya stok dokter konsultan ini bisa berdampak pada layanan medis ke masyarakat. Pria yang juga menjadi staf pengajar di FKUI-RSCM itu menjelaskan, posisi dokter konsultan di tanah air ini akan diambil alih oleh tenaga dari luar negeri. "Mereka jelas tidak akan mau ditempatkan di RS pemerintah," katanya. Akibatnya, RS pemerintah akan kekurangan stok dokter konsultan.

Serbuan dokter konsultan luar negeri ini akan ditampung oleh RS swasta. Dalam jangka tertentu, masyarakat mau tidak mau akan memanfaatkan jasa medis dokter konsultan di RS swasta. Seperti sudah diketahui, ongkos berobat di RS swasta, apalagi dengan dokter asing cukup tinggi.

Saat ini, Ari memperkirakan layanan medis seperti konsultasi di dokter konsultan sebuah RS pemerintah sekitar Rp 250 ribu. Lebih tinggi Rp 100 ribu dibandingkan dengan jasa medis dokter spesialis sama-sama di RS pemerintah. Namun, Ari tidak bisa membayangkan tarif jasa medis dokter konsultan di RS swasta. "Masyarakat yang terbiasa dengan pengobatan murah bahkan gratis pasti dirugikan," jelas dia.

Imbas yang lebih parah kata Ari adalah, dokter-dokter spesialis yang berkantong tebal memilih terbang ke luar negeri untuk mengikuti pendidikan dokter konsultan atau sub spesialis.

Menurut Ari, saat ini memang pendidikan dokter konsultan atau sub spesialis sudah berjalan di negeri ini. Keberadaannya sementara dicantolkan ke UU Kesehatan.

KENAPA SEBAGIAN DOKTER SPESIALIS MASIH HARUS PIKIR-PIKIR KETIKA MAU MENGIKUI PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS KONSULTAN ?
Semua orang sudah tahu bahwa biaya yang harus kita keluarkan ketika kota berobat di Dokter Spesialis harus mengeluarkan uang yang banyak, rata-rata sekitar Rp. 250.000 per kunjungan yang memakan waktu rata-rata 3 menit dan dalam sekali praktek mulai jam 17.00 hingga malam bisa tercatat hingga 50 pasien, artinya fee yang diterima dokter spesialis rata-rata 20 x Rp. 250.000 = Rp. 5.000.000 semalam. Berarti penghasilan per bulan kurang lebih Rp. 100.000.000,-

Nah, sekarang pasti Anda sudah tahu berapa pengorbanan yang harus dikeluarkan bila para dokter spesialis itu mengikuti kuliah lanjutan.

Selain itu, kesibukan yang sangat luar biasa ini tentunya merupakan kesulitan tersendiri bagi mereka untuk bisa menyelesaikan pendidikan ini mengingat di bagian akhir pendidikan juga ada semacam disertasi yang harus diselesaikan. Para dokter spesialis itu tentu saja harus bekerja ekstra keras untuk bisa membagi waktunya untuk mencari jurnal dan pustaka yang bisa mendukung kajian dalam disertasinya.

Kami hadir dan berperan sebagai asisten  yang akan membantu untuk mencarikan jurnal dan pustaka-pustaka yang dibutuhkan, menyiapkan typist untuk mengetik laporannya dan  membantu mengolah data yang sudah diperoleh oleh client kami.

Jadi, ayo para dokter spesialis yang mau mengikuti program pendidikan dokter konsultan atau sub spesialis, segera daftarkan diri Anda dan kami siap menjadi asisten Anda.


Copyright © 2017 Jasa Konsultan Skripsi · All Rights Reserved



RSS Feed